hai ..
mungkin aku sudah lama tak menulis apa apa disini..
entah aku yang terlalu sibuk, entah aku yang memang tak sempat berfikir untuk menulis apa karena saking rumitnya keadaan ini.
aku kembali dengan ceritaku bersama kekasihku, Oky Setiawan Eka Pratama.
hari ini adalah hari dimana aku tepat berusia 20 tahun, iyaa hari ini aku ulang tahun dan mungkin bagi sebagian orang hari ini merupakan hari spesial dengan berjuta bahagia dan berjuta cerita seru yang patut untuk di abadikan dan di ceritakan kepada banyak orang.
tapi, berbeda denganku..
sesungguhnya tidak adil memang jika aku bilang nothing special for this day, karena pada kenyataannya tepat jam 12 malam menjelang pergantian tanggal dari tanggal 31 menuju tanggal 01 aku di beri surprise oleh sahabat sahabatku yang tentunya sangat sangat istimewa. namun, itu tak sama, itu sangatlah berbeda ..
aku tak merasakan apa apa di saat itu, semuanya hambar, semuanya nampak biasa saja, entah hati dan fikiranku serta ragaku berada di tempat yang berbeda. ragaku bersama mereka, namun hati dan fikiranku masih tertinggal di kamar, ia tertidur pulas seakan akan tak ada yang spesial di saat itu.
saat sahabat-sahabatku memberiku kue, dengan lilin-lilin yang sudah siap untuk di tiup, aku spontan menangis. entah apa yang ada di fikiranku saat itu, aku menangisi keadaan ku sendiri yang sebenarnya pada saat itu tengah dirundung rasa kesepian, rasa sakit dan kepedihan lagi, lagi dan lagi.
awal mula perasaan itu ada ketika aku kembali membahass tentang kejadian beberapa minggu yang lalu.
kejadian yang memang benar-benar menyakitkan sekaligus sangat rumit untuk aku alami.
tepat pada tanggal 23 april hari minggu malam, aku ada di banyuwangi.
Waktu itu, seperti biasa aku menunggu oky pulang kerja dan mendengarkan musik di kamar kos. jam 17.07 oky sampai dirumah dan memeberiku kabar, akupun tak lupa memanjakan dia seperti biasa dengan seakan-akan mengambilkan dia minum, menyuapi dia makan. setelah maghrib kita chat seperti biasa, namun ada yang berbeda. Dia dingin, dia tak lagi seperti biasanya. Aku berusaha menghilangkan perasaan ini, namun semakin lama malampun semakin larut aku tak sanggup lagi untuk menahan sikap dingin yang ia lontarkan. Aku memberanikan diri untuk bertanya
aku: kamu kenapa ??? kok tiba-tiba dingin gini sih sama aku ??? ada apa sayang ??? ada msalah ??? cerita o jangan kek gini ..
oky : entah maa, aku gatau aku kenapa kok kek gini , hidupku rasanya hambar, aku tak lagi semnagat menjalani semuanya
aku : kenapa ??? ada apa ???
oky : entah aku gatau intinya seperti itu
aku : lalu, untuk apa kehadiranku selama ini sayang ??? untuk apaaa ??? jika memang kamu menginginkan untuk mencari bahagia mu yang baru bersama oranglain, silahkan aku tidak akan pernah melarangmu.
oky : aku gak bermaksud untuk bersama oranglain, tapi entah aku gatau kenapa hidupku seperti ini.
aku : untuk sekarang ini terserah kamu, aku gabisa apa apa lagi. percuma saja aku berjuang selama 17 bulan ini namun nyatanya apa ??? kamu sia siakan seperti ini
oky : maaf maa
aku : biarin aku sendiri
oky : iya maa.
dan percakapan pada malam itupun berakhir, aku berada di kamarnya luki di banyuwangi, dengan keadaan hatiiku yang tidak baik, aku memutuskan untuk tidak keluar kamar sedetikpun, aku hanya berdiam dan memendam semunya, lalu aku memaksakan diri untuk beristirahat karena memang keesokan harinya aku harus bangun pagi untuk kembali ke malang
pukul 04.45 aku masuk ke mobil menuju stasiun kereta api, selama perjalanan aku hanya melihat jalanan yang masih gelap dan belum terlalu ramai, dengan alunan lagu banyuwangi yang di putar ayahnya luki hatiku sontak merasa sangat pedih, aku mencoba menahan air mata ini namun apa boleh buat semuanya tak terbendung lagi airmatakupun terjatuh tanpa henti. setelah sampai di stasiun aku mencoba untuk mengahpus semua begas airmata yang masih tersisa dipipi.
06.15 kereta api sudah mulai terlihat mendekat ke arahku, aku yang memang ingin segera duduk diam dengan merenung sedikit lega karena memang akan segera menaiki kereta api. Disitu sudah terlihat teman-temanku yang sejak tadi duduk diam menunggu aku dan luki. aku mengira bahwasannya aku akan duduk dengan luki, tapi ternyata tidak. Aku duduk disamping temanku rishan, yaa alhasil aku tidak dapat lagi diam, aku tak dapat lagi termenung karena rishan memang selalu berulah hingga dia menghiburku dan terus mengajakku berbicara. 2 jam pun berlalu, aku mulai bosan dan rishan asik dengan game.nya. lalu aku mentap keluar jendela dengan sedikit berkaca-kaca rishanpun bertanya.
rishan: elu kenapa nying, diem aja. pacarlu kemana ?? gak chat??
aku: (dengan tergesah-gesah mengusap airmata yang akan jatuh). gw gapapa nying, bosen aja. pacar gw kerja kayaknya (karena memang dia sama sekali tak memberi kabar, begtupun dengan aku).
rishan : kok kayaknya sih anying, elu maaah. gw tanya serius nih, elu ada maslah ???
aku : iya nying, gw capek.
rishan : kenapaa ??? elu kenapa?? cerita kali gausah diem aja.
aku : (sambil memberikan hp) baca aja chatnya. ---> next page ya kaaak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar